Malam mengawali hamparannya dengan sekian banyak keriangan di atas warna yang mulai gelap. Mengingat hari-hari yang telah jauh tertinggal, s...
HARI-HARI SEORANG PENULIS
HARI-HARI SEORANG PENULIS
Subuh ini, di tengah lantunan ayat suci al-qur’an, aku bermaksud menulis cerita. Mengisahkan kehidupanku sendiri di sini. Tentang segala yan...
by Warid , at 09.37 , have
0
komentar
TENTANG SUNYI
TENTANG SUNYI
Malam bertabur bintang. Katak dan jangkrik mulai berdecak-decak, mungkin kagum atau apa, aku tak paham. Rembulan sebesar piring tampak melon...
by Warid , at 18.27 , have
0
komentar
RASA PILEG
RASA PILEG
Rasa-rasanya, PILEG ini telah menegangkan hari-hari sebelum puncaknya—kemarena (Kamis, 9/4/2009). Dari ujung barat sampai ujung timur, kanan...
by Warid , at 18.23 , have
0
komentar
HUJAN
HUJAN
Hujan turun lebat sekali, aku tenggelam. *** Hidupku terasa semakin berarti dan penuh gairah untuk menjalaninya, sejak kehadiranmu sebagai s...
by Warid , at 08.57 , have
0
komentar
CATATAN GERIMIS
CATATAN GERIMIS
Malam gerimis. Wajahnya masih seperti dulu, saat kali pertama kukenal—tak dapat kujelaskan sepatah pun kata. Sunyi gemetar, gelap membeku, h...
by Warid , at 08.56 , have
0
komentar
SETETES TINTA KEHIDUPAN
SETETES TINTA KEHIDUPAN
Dengan tangis bahagia kuawali kehidupan ini. Membuka mata. Memandangi kemegahan alam semesta. Merangkak, terus berjalan layaknya manusia lai...
by Warid , at 08.54 , have
0
komentar
SESOBEK SENJA
SESOBEK SENJA
Sesobek senja membawa kabar manis Menyentuh lembut dendang telinga Mengalir sejuk ke lubuk hati Mendandani nurani begitu menawan Ahai… Nama ...
by Warid , at 08.54 , have
0
komentar
SERAUT KEGALAUN
SERAUT KEGALAUN
Tanpa mengurangi rasa hormatku pada s’mesta Dari seraut kegalauan hati aku datang. Dari pojok pena yang kering aku berkarya. Sekedar menumpa...
by Warid , at 08.53 , have
0
komentar
PERSETERUAN
PERSETERUAN
Perseteruan membara Manusia… Sederet bahasa disetubuhi dengan penuh ambisi Apa yang sebenarnya dicari dan diharapkan? Bukankah bahasa nurani...
by Warid , at 08.52 , have
0
komentar
MAAFKAN AKU
MAAFKAN AKU
Ma’afkan aku Aku tidak lagi bisa menyampaikan petuah bijak nurani Aku tidak lagi bisa menyanyikan kelembutan hati Aku tidak bisa Gelombang p...
by Warid , at 08.51 , have
0
komentar
KESUNYIAN
KESUNYIAN
Mungkin terlalu bodoh menyadari sesuatu yang aku rasa Rasa yang tak pernah tumpah. Juga gejolak yang tak pernah berhenti membara. Tapi bukan...
by Warid , at 08.49 , have
0
komentar
BIAS KERINDUAN
BIAS KERINDUAN
Empat bola lampu itu adalah saksi bisu kerinduanku pada Bapak, Ibu, Mbak tersayang dan puterinya yang lucu menggemaskan, tempat tumpahnya ca...
by Warid , at 08.46 , have
0
komentar
SENTUHAN EMBUN
SENTUHAN EMBUN
Angin berhembus dengan lembutnya, membelai dedaunan yang sedang larut dalam mimpi-mimpi semu, berbantal sunyi, berselimut embun. Burung-buru...
by Warid , at 08.46 , have
0
komentar
SERAUT CINTA
SERAUT CINTA
Entah dari mana mesti aku mulai cerita, rasa, juga hayalan ini. Namun yang pasti, keindahan puisi-puisi, kemerduan kicauan para burung, kele...
by Warid , at 08.43 , have
0
komentar
OBOR KEHIDUPAN
OBOR KEHIDUPAN
“Di…, ini cobaan, bersabarlah!”. Laksana sepercik air telaga sorga yang tumpah, singgah tepat di pusaran imajinasi pilu. Bak embun di ujung ...
by Warid , at 08.19 , have
0
komentar
GURATAN SEJARAH
GURATAN SEJARAH
“BAJINGAN!” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nampak sebagai sebuah refleksi dari gumpalan ...
by Warid , at 08.18 , have
0
komentar
GURATAN SEJARAH
GURATAN SEJARAH
“BAJINGAN!” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nampak sebagai sebuah refleksi dari gumpalan ...
by Warid , at 08.17 , have
0
komentar
SEJARAH YANG SUMBING
SEJARAH YANG SUMBING
“Bajingan! Dia pikir, dia itu siapa?” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nanpak sebagai sebu...
by Warid , at 08.16 , have
0
komentar
SAHABAT SENJA
SAHABAT SENJA
Hari mulai layu. Kegarangan mentari telah menjelma sepeluk kehangatan. Peluh yang mengucur dari punggung-punggung bengkok para petani di saw...
by Warid , at 08.14 , have
0
komentar
RUMAH IMAJINASI YANG HILANG
RUMAH IMAJINASI YANG HILANG
Hari mulai layu. Kegarangan mentari telah menjelma sepeluk kehangatan. Peluh yang mengucur dari punggung-punggung bengkok para petani di saw...
by Warid , at 08.13 , have
0
komentar


