Rasa yang tak pernah tumpah.
Juga gejolak yang tak pernah berhenti membara.
Tapi bukankah menyadari diri dalam kenyataan yang sesungguhnya itu hal yang mulia?
Persetan dengan orang-orang yang mempunyai persepsi miring
terhadap apa yang akan aku utarakan.
Yang jelas, ini tulus dari hati sanubari terdalam yang pernah aku miliki.
Malam mulai merayap.
Menelusuri setiap celah waktu yang tak pernah butul-betul sunyi meski sekejap.
Selalu saja ada yang menjadi sebab enggannya kesunyian untuk hadir.
Mungkinkah di dunia ini memang tidak ada tempat yang benar-benar sunyi?
Ah! Mana mungkin sanggup aku jangkau?
Sedangkan kesunyian yang meski tidak sunyi
sering kali aku abaikan begitu saja.
Mungkin terlalu na’if untuk mengharapkan kesunyian yang sebenarnya datang.
Dunia ini terus bertambah ramai dan akan terus bertambah.
Hingga sesak.
Mungkin.
Posted by , Published at 08.49 and have
0
komentar



Tidak ada komentar:
Posting Komentar