MAAFKAN AKU

MAAFKAN AKU

Ma’afkan aku
Aku tidak lagi bisa menyampaikan petuah bijak nurani
Aku tidak lagi bisa menyanyikan kelembutan hati
Aku tidak bisa
Gelombang perdebatan menjebakku

Maafkan aku
Aku tidak lagi bisa mengoreksi diri
Aku tidak bisa
Terlalu banyak yang tidak sempat melihat diri sendiri

Keangkuhan
Keserakahan
Egoistis
Sering kali menjadi landasan


share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Warid, Published at 08.51 and have 0 komentar

Tidak ada komentar: