Kujumpai satu malam berwajah diam. Angin berhenti mendesir, sebungkus obrolan tak lagi menghentak. Imajinasi terbang sejauh-jauhnya, men...
PURNAMA MASA LALU
PURNAMA MASA LALU
Saat ini aku menulis, bertintakan cahaya remang Rembulan. Meski sebenarnya aku belum tahu apa yang akan kuuraikan, namun kubulatkan saja k...
by Warid , at 19.56 , have
0
komentar
KADO TERAKHIR
KADO TERAKHIR
Entah jam berapa kumulai tulisan ini. Tapi yang jelas, malam telah benar-benar ditelan sepi. Entah berapa bintang yang mencoba menawar cekam...
by Warid , at 19.51 , have
0
komentar
Episode Renungan
Episode Renungan
I Tengah hari aku bermimpi satu peristiwa yang aneh Mimpi yang membuat bingung ingatan untuk mengurainya Tapi tiba-tiba aku mar...
by Warid , at 19.47 , have
0
komentar
WAJAH-WAJAH YANG TERASING
WAJAH-WAJAH YANG TERASING
Pagi tua itu menjadi saksi atas keresahan tanpa muara. Mentari yang keras menjamah kegelisahan dalam dada, sepertinya memang disengaja, seba...
by Warid , at 19.35 , have
0
komentar
CATATAN GERIMIS
CATATAN GERIMIS
Malam gerimis. Wajahnya masih seperti dulu, saat kali pertama kukenal—tak dapat kujelaskan sepatah pun kata. Sunyi gemetar, gelap memb...
by Warid , at 19.27 , have
0
komentar
HUJAN
HUJAN
Hujan turun lebat sekali, aku tenggelam. *** Hidupku terasa semakin berarti dan penuh gairah untuk menjalaninya, sejak kehadiranmu sebagai s...
by Warid , at 19.24 , have
0
komentar
TRAGEDI CEMPAKA
TRAGEDI CEMPAKA
Sekuntum bunga Cempaka tiba-tiba jatuh. Padahal angin sama sekali tak terasa menggelitik bulu roma. Pohonnya pun tak terlihat bergerak. ...
by Warid , at 19.15 , have
0
komentar
BERANDA PILU
BERANDA PILU
Beranda kumal itu tiba-tiba murung, seperti baru saja ada kesedihan terjadi di sana. Biasanya, selalu bergetar gelak-tawa di setiap pojok be...
by Warid , at 19.01 , have
0
komentar


