Saat ini aku menulis, bertintakan cahaya remang Rembulan. Meski sebenarnya aku belum tahu apa yang akan kuuraikan, namun kubulatkan saja k...
KADO TERAKHIR
KADO TERAKHIR
Entah jam berapa kumulai tulisan ini. Tapi yang jelas, malam telah benar-benar ditelan sepi. Entah berapa bintang yang mencoba menawar cekam...
by Warid , at 19.51 , have
0
komentar
Episode Renungan
Episode Renungan
I Tengah hari aku bermimpi satu peristiwa yang aneh Mimpi yang membuat bingung ingatan untuk mengurainya Tapi tiba-tiba aku mar...
by Warid , at 19.47 , have
0
komentar
WAJAH-WAJAH YANG TERASING
WAJAH-WAJAH YANG TERASING
Pagi tua itu menjadi saksi atas keresahan tanpa muara. Mentari yang keras menjamah kegelisahan dalam dada, sepertinya memang disengaja, seba...
by Warid , at 19.35 , have
0
komentar
CATATAN GERIMIS
CATATAN GERIMIS
Malam gerimis. Wajahnya masih seperti dulu, saat kali pertama kukenal—tak dapat kujelaskan sepatah pun kata. Sunyi gemetar, gelap memb...
by Warid , at 19.27 , have
0
komentar
HUJAN
HUJAN
Hujan turun lebat sekali, aku tenggelam. *** Hidupku terasa semakin berarti dan penuh gairah untuk menjalaninya, sejak kehadiranmu sebagai s...
by Warid , at 19.24 , have
0
komentar
TRAGEDI CEMPAKA
TRAGEDI CEMPAKA
Sekuntum bunga Cempaka tiba-tiba jatuh. Padahal angin sama sekali tak terasa menggelitik bulu roma. Pohonnya pun tak terlihat bergerak. ...
by Warid , at 19.15 , have
0
komentar
BERANDA PILU
BERANDA PILU
Beranda kumal itu tiba-tiba murung, seperti baru saja ada kesedihan terjadi di sana. Biasanya, selalu bergetar gelak-tawa di setiap pojok be...
by Warid , at 19.01 , have
0
komentar
PENJARA ASA
PENJARA ASA
Mentari bergegas naik dengan segala kekalutan yang sekian waktu terbenam malam, disambut cericit burung-burung di atas dahan atau yang sed...
by Warid , at 01.40 , have
0
komentar


