BIAS KERINDUAN

BIAS KERINDUAN

BIAS KERINDUAN

Empat bola lampu itu adalah saksi bisu kerinduanku pada Bapak, Ibu, Mbak tersayang dan puterinya yang lucu menggemaskan, tempat tumpahnya ca...
by Warid , at 08.46 , have 0 komentar

SENTUHAN EMBUN

SENTUHAN EMBUN

SENTUHAN EMBUN

Angin berhembus dengan lembutnya, membelai dedaunan yang sedang larut dalam mimpi-mimpi semu, berbantal sunyi, berselimut embun. Burung-buru...
by Warid , at 08.46 , have 0 komentar

SERAUT CINTA

SERAUT CINTA

SERAUT CINTA

Entah dari mana mesti aku mulai cerita, rasa, juga hayalan ini. Namun yang pasti, keindahan puisi-puisi, kemerduan kicauan para burung, kele...
by Warid , at 08.43 , have 0 komentar

OBOR KEHIDUPAN

OBOR KEHIDUPAN

OBOR KEHIDUPAN

“Di…, ini cobaan, bersabarlah!”. Laksana sepercik air telaga sorga yang tumpah, singgah tepat di pusaran imajinasi pilu. Bak embun di ujung ...
by Warid , at 08.19 , have 0 komentar

GURATAN SEJARAH

GURATAN SEJARAH

GURATAN SEJARAH

“BAJINGAN!” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nampak sebagai sebuah refleksi dari gumpalan ...
by Warid , at 08.18 , have 0 komentar

GURATAN SEJARAH

GURATAN SEJARAH

GURATAN SEJARAH

“BAJINGAN!” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nampak sebagai sebuah refleksi dari gumpalan ...
by Warid , at 08.17 , have 0 komentar

SEJARAH YANG SUMBING

SEJARAH YANG SUMBING

SEJARAH YANG SUMBING

“Bajingan! Dia pikir, dia itu siapa?” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nanpak sebagai sebu...
by Warid , at 08.16 , have 0 komentar

SAHABAT SENJA

SAHABAT SENJA

SAHABAT SENJA

Hari mulai layu. Kegarangan mentari telah menjelma sepeluk kehangatan. Peluh yang mengucur dari punggung-punggung bengkok para petani di saw...
by Warid , at 08.14 , have 0 komentar

RUMAH IMAJINASI YANG HILANG

RUMAH IMAJINASI YANG HILANG

RUMAH IMAJINASI YANG HILANG

Hari mulai layu. Kegarangan mentari telah menjelma sepeluk kehangatan. Peluh yang mengucur dari punggung-punggung bengkok para petani di saw...
by Warid , at 08.13 , have 0 komentar