Empat bola lampu itu adalah saksi bisu kerinduanku pada Bapak, Ibu, Mbak tersayang dan puterinya yang lucu menggemaskan, tempat tumpahnya ca...
SENTUHAN EMBUN
SENTUHAN EMBUN
Angin berhembus dengan lembutnya, membelai dedaunan yang sedang larut dalam mimpi-mimpi semu, berbantal sunyi, berselimut embun. Burung-buru...
by Warid , at 08.46 , have
0
komentar
SERAUT CINTA
SERAUT CINTA
Entah dari mana mesti aku mulai cerita, rasa, juga hayalan ini. Namun yang pasti, keindahan puisi-puisi, kemerduan kicauan para burung, kele...
by Warid , at 08.43 , have
0
komentar
OBOR KEHIDUPAN
OBOR KEHIDUPAN
“Di…, ini cobaan, bersabarlah!”. Laksana sepercik air telaga sorga yang tumpah, singgah tepat di pusaran imajinasi pilu. Bak embun di ujung ...
by Warid , at 08.19 , have
0
komentar
GURATAN SEJARAH
GURATAN SEJARAH
“BAJINGAN!” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nampak sebagai sebuah refleksi dari gumpalan ...
by Warid , at 08.18 , have
0
komentar
GURATAN SEJARAH
GURATAN SEJARAH
“BAJINGAN!” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nampak sebagai sebuah refleksi dari gumpalan ...
by Warid , at 08.17 , have
0
komentar
SEJARAH YANG SUMBING
SEJARAH YANG SUMBING
“Bajingan! Dia pikir, dia itu siapa?” Seraut wajahnya seketika memerah. Cahaya yang memancar dari matanya saat ini lebih nanpak sebagai sebu...
by Warid , at 08.16 , have
0
komentar
SAHABAT SENJA
SAHABAT SENJA
Hari mulai layu. Kegarangan mentari telah menjelma sepeluk kehangatan. Peluh yang mengucur dari punggung-punggung bengkok para petani di saw...
by Warid , at 08.14 , have
0
komentar
RUMAH IMAJINASI YANG HILANG
RUMAH IMAJINASI YANG HILANG
Hari mulai layu. Kegarangan mentari telah menjelma sepeluk kehangatan. Peluh yang mengucur dari punggung-punggung bengkok para petani di saw...
by Warid , at 08.13 , have
0
komentar


